Banyak sekali mitos ibu menyusui yang beredar di masyarakat. Salah satunya konsumsi makanan pedas bisa membuat asi menjadi pedas dan bayi menjadi kepedasan. Apakah itu benar? Sebenarnya ibu menyusui makan pedas diperbolehkan atau tidak? Kita akan mengulas masalah ini sampai lengkap. Sehingga anda bisa memberikan yang terbaik untuk buah hati. Apalagi kini banyak sekali mitos-mitos aneh yang beredar di masyarakat. Membuat para ibu muda merasa bingung menelaah mana yang benar dan mana yang tidak.

ibu menyusui makan pedas  bolehkah

Bolehkan Ibu Menyusui Makan Pedas?

Ibu tidak boleh konsumsi makanan pedas saat menyusuai, hanyalah sebuah mitos saja. Menurut Dr. Paula Meler Ph.D, seorang dokter laktasi di Unit Perawatan Intensif Neonatal Rush University Medical Center dan Ketua International Society for Research in Human Milk and Lactation mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada makanan yang perlu dihindari oleh ibu yang menyusui. Payudara wanita memiliki kemampuan untuk menyaring nutrisi yang baik dalam produksi asi. Sehingga membatasi makanan ibu menyusui hanya sebuah mitos saja. tubuh secara otomatis akan mengambil nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Anda hanya perlu menghindari makanan yang tidak memberikan manfaat bagi tubuh. Misalnya konsumsi alkohol, rokok dan lainnya. Seorang psikolog nutrisi anak, mengatakan bahwa bahwa bayi yang diberi asi secara penuh cenderung mudah menyukai berbagai jenis makanan saat sudah dewasa. Karena mereka sudah terbiasa mendapatkan asupan berbagai jenis makanan sejak menyusui. Tetapi hal ini memang tidak bisa disamaratakan satu sama lain.

Makanan Pedas Bisa Mempengaruhi Rasa ASI?

Baca Juga  Bolehkan Ibu Menyusui Makan Durian?

bolehkah ibu menyusui makan pedas

Dari penjelasan ibu menyusui makan pedas diatas, seharusnya anda sudah memahami jawaban dari pertanyaan tersebut. Rasa ASi tidak dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi Ibu. Entah ibu mengkonsumsi makanan panas, dingin, pedas, asin, pahit, asam dan lainnya. Rasa asi akan sama saja, tidak akan berubah sama sekali. Bila rasa asi berbeda, setelah mengkonsumsi pedas, mungkin hal itu dipengaruhi hal lainnya dan bukan suatu hal yang berbahaya. Rasa asi yang berbeda, akan memberikan pengalaman baru bagi si kecil. Ini akan membantu memudahkan mengenalkan rasa di kemudian harinya.

Menurut seorang konsultan laktasi, ketika ibu menyusui mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan kandungan rasa dan nutrisi berbeda, akan membantu bayi mengetahui berbagai jenis rasa makanan. Walaupun begitu, apapun makanan yang dikonsumsi ibu, rasa asi akan tetap dominan. Lalu bagaimana cara mengetahui bila bayi sensitif dengan makanan pedas. Saat bayi, buah hati anda mendapatkan nutrisi dari asi. Bila terjadi suatu hal yang buruk atau kesehatan bayi menurun, mungkin ada suatu hal yang salah dengan makanan anda. Walaupun secara umum makanan tidak akan mempengaruhi rasa asi itu sendiri.

Cabai mengandung zat capsaicin, ada sebagian bayi yang sensitif dengan kandungan zat tersebut. Jika baik sensitif terhadap zat capsaicin, biasanya akan langsung mengalami diare. Selain diare, bayi juga akan merasakan reaksi lainnya seperti:

  • Tidur tidak bisa nyenyak
  • Setelah menyusui tetap rewel
  • Muncul ruam merah pada kulit
  • Bayi terlihat tidak nyaman

Tetapi reaksi tersebut juga tidak menjadi pedoman utama bayi sensitif terhadap makanan pedas. Mungkin bisa disebabkan oleh faktor lainnya. oleh karena itu, anda harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Ibu menyusui makan pedas memang tidak masalah. tetapi harus diperhatikan jumlahnya dan kondisi bayi saat itu. Jika terlihat gejala yang memburuk, lebih baik dihindari.

Baca Juga  Ibu Menyusui Minum Obat Flu, Amankan?

Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Menyusui

Walaupun makanan tidak mempengaruhi rasa dan produksi asi, anda harus tetap memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Karena bayi hanya mendapat asupan makanan dari asi. Jika terjadi gejala tertentu, bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang anda konsumsi. Berikut ini beberapa jenis makanan yang harus dihindari ibu menyusui:

  • Makanan yang menyebabkan alergi

Jika anda memiliki alergi, selalu perhatikan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang bisa memicu alergi pada ibu atau bayi di masa depan. Jika bayi sering mengalami diare, pilek, mudah kentut, kembung dan sembelit mungkin ada beberapa jenis makanan yang memicu hal itu. Makanan yang bisa menyebabkan alergi, antara lain susu kedelai, susu sapi, makanan yang berbahan dasar gandum, kacang-kacangan dan lainnya. reaksi alergi biasanya muncul 5-24 jam setelah menyusui.

  • Sayuran Berserat Tinggi

Serat tinggi memang baik untuk tubuh, tetapi bila terlalu tinggi juga bisa berbahaya. Hal ini juga berlaku pada ibu menyusui makan pedas. Bila jumlahnya tepat tidak membahayakan tetapi bila terlalu banyak juga tidak baik. sayuran seperti kembang kol, brokolo, kacang-kacangan dan kubis mengandung raffinose. Bahan tersebut merupakan zat gula yang pencernaannya harus difermentasi oleh bakteri usus karena sangat sulit dicerna. Akhirnya menyebabkan produksi gas yang tinggi dan membuat perut kembung.

Memang ada banyak makanan dan minuman yang harus diperhatikan ibu menyusui. Tetapi bukan berarti anda harus menghindari semuanya. Selalu perhatikan kondisi tubuh ibu dan bayi. Karena tidak semua bayi memiliki kemampun menerima nutrisi yang sama. Apalagi bayi yang menyusui hanya mendapatkan nutrisi dari ASI. Walaupun begitu bukan berarti anda harus menghindari berbagai jenis makanan dan minuman. Konsumsi secukupnya dan jangan berlebihan. Perbanyak konsumsi makanan yang bergizi dan baik untuk bayi. Saat menyusui ibu dan bayi membutuhkan asupan gizi yang sangat tinggi. Itulah informasi tentang bolehkan ibu menyusui makan pedas. Semoga memberikan informasi yang bermanfaat.

Baca Juga  ASI vs Susu Formula, Mana Yang Baik Untuk Bayi?

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *