Mitos Menyesatkan Ketika Ibu Hamil Menyusui

 

 

Ada beberapa mitos soal menyusui yang masih banyak dipercaya orang. Apa saja?
Ketika hamil, banyak dan sering kali orang sekitar anda yang mungkin menyumbang saran dengan melarang anda melakukan sesuatu ketika menyusui. Semisal, wanita yang sedang hamil tidak dibolehkan makan sambal supaya tidak diare anaknya. Apakah anda salah satu wanita yang mempercayai hal ini?
Yap. Sangat banyak mitos seputar menyusui yang beredar luas di masyarakat. Hal ini, tentunya membuat semua ibu hamil kebingungan. Apalagi, ibu yang tergolong masih baru. Sudah banyak ibu dengan gaya hidup yang modern saat ini. Tapi, sayangnya banyak juga ibu modern yang masih percaya dengan hal ini.
 Kali ini, saya akan membahas mitos-mitos menyesatkan seputar menyusui yang masih sering didengar. Berikut di antaranya:
Penulis akan membahas mitos yang beredar di masyarakat yang sangat menyesatkan. Mitos ini membahas seputar ibu hamil dan menyusui. Mungkin, anda adalah salah satu yang pernah mendengarnya. Penasaran? Berikut 

1. Menyusui dapat mengubah bentuk payudara Anda

Payudara kendur adalah ketakutan wanita yang ingin menyusui. Karenanya, banyak wanita yang enggan menyusui. Padahal, payudara kendur tidak hanya disebabkan faktor ini. Bahkan, menyusui tidak menyebabkan payudara kendur sama sekali.
Ketika masa kehamilan sampai menyusui, bentuk payudara seorang ibu bisa berubah. Setelah selesai fase menyusui, beberapa wanita akan memiliki payudara yang besar. Pun, beberapa wanita akan mengalami perubahan pada bentuk payudaranya.
Kenapa bisa?
Hal ini disebabkan karena aliran air susu. Menyusui bisa membuat jaringan dan kulit payudara menjadi lebih renggang. Ketika menyusui sudah lewat fasenya, jaringan payudara tidak lagi menghasilkan aliran air susu. Pun, beberapa wanita menjadi nampak kendur payudaranya.
Selain proses menyusui, payudara kendur disebabkan oleh banyak hal –seperti usia, gravitasi, kelebihan berat badan, merokok, dan faktor genetik. Hal yang penting untuk diketahui, payudara kendur sebenarnya akan tetap terjadi, meski seorang wanita menyusui ataupun tidak.
Bukan hanya faktor menyusui, payudara kendur banyak sekali sebabnya. Bisa jadi, karena: usia, gravitasi, kelebihan berat badan, faktor genetik, dan merokok.
Hal yang luput dari sorotan adalah, mau tidak mau, payudara wanita akan mengendur seiring waktu. Bukan hanya karena menyusui.

2. “Bayi yang menyusu terus berarti ASI kurang.”

Kita semua sadar, ASI ialah asupan utama untuk bayi. Sampai usianya mencapai 6 bulan, ASI adalah makanan pook. Untuk bayi yang baru saja lahir, menyusu akan sering dilakukan. Seiring berjalannya waktu, frekuensi menyusu akan turun dengan sendirinya.
Jadi, kalau bayi yang kurang menyusu, tidak berarti bayi tersebut kurang ASI. Ibu hamil perlu ingat, ASI lebih mudah diserap oleh pencernaan bayi. Dengan ini, bayi yang mengonsumsi ASI akan lebih cepat merasakan lapar dibanding dengan bayi yang harian mengonsumsi susu formula.

3. “Payudara kecil tidak dapat memproduksi ASI yang cukup.”

Payudara kecil memproduksi jumlah ASI yang kecil juga. Payudara dengan ukuran besar akan memproduksi ASI dalam jumlah besar. Perlu anda ingat, ini hanyalah mitos. ASI produksinya tidak bergantung pada ukuran payudara.
Pun, payudara yang kecil juga bisa menghasilkan asi dalam jumlah yang banyak, sama dengan payudara yang berukuran besar. Ketika masa kehamilan, jaringan payudara terus berkembang pesat. Hal ini terjadi ketika kehamilan dimulai. Ketika bayi lahir, payudara semua ibu bisa menghasilkan asi dalam jumlah banyak — tidak tergantung pada ukuran payudara.

4. “Berat badan bayi tidak naik secara signifikan karena kualitas ASI tidak baik.”

Kurang lebihnya, itulah beberapa mitos seputar menyusui yang sudah banyak beredar. Dengan adanya pembahasan ini, diharapkan anda lebih bijak dalam menyikapi mitos ini. Tidak semua mitos yang anda dengar benar adanya. Jaga kesehatan anda guna menjadikan kegiatan menyusui tetap baik dan lancar. Istirahat yang cukup — ASI anda tidak akan terganggu. Selalu lakukan pengelolaan stres — guna menghindari asi yang mampet. Pastikan setiap harinya, asupan asi anda memadai.
Baca Juga  Mau Tahu Obat Sakit Kepala Untuk Ibu Hamil Aman?